Kamis, 22 Januari 2009

Data-data kependudukan,sumber daya potensi,perekonomian dsb,belum diorganisasikan secara rapi.

Data-data kependudukan saat ini belum bias terorganisasi dengan rapi karena msaih banyak penduduk yang mempunyai kartu tanda penduduk ganda yang mengakibatkan kekacauan dalm penghitungan jumlah penduduk,harusnya penduduk menyadari bagaimana kekacauan data seperti sekarang ini.masih bayak dijakarta orang yang pindah dari desa ke kota yang seenaknya,tanpa mempunyai ktp daerah yang ditinggali. Pemerintah juga sebaiknya mengolah dan mengumpulkan data jangan hanya di daerah-daerah perkotaan saja. Karena Indonesia mempunyai banyak kepulauan, pemerintah membuka fasilitas data di setiap daerah-daerah yang jauh dari ibu kota. Yang memudahkan pemerintah lmengelola tentang data dengan maksimal, karena akan mempengaruhi kemajuan negara sendiri.

Senin, 19 Januari 2009

Kempanye kepedulian pada data.. GO DATA

Go Data merupakan gerakan dimana kita merawat dan mengolah sebuah data dengan sebaik – baiknya, menghargai sebuah data dan sadar akan betapa pentingnya sebuah data. data dapat diolah menjadi sebuah informasi yang terkadang lebih berharga dari pada uang ataupun emas sekalipun

Data adalah catatan atas kumpulan fakta. Data merupakan bentuk jamak dari datum, berasal dari bahasa Latin yang berarti "sesuatu yang diberikan". Dalam penggunaan sehari-hari data berarti suatu pernyataan yang diterima secara apa adanya. Pernyataan ini adalah hasil pengukuran atau pengamatan suatu variabel yang bentuknya dapat berupa angka, kata-kata, atau citra.

Dalam keilmuan (ilmiah), fakta dikumpulkan untuk menjadi data. Data kemudian diolah sehingga dapat diutarakan secara jelas dan tepat sehingga dapat dimengerti oleh orang lain yang tidak langsung mengalaminya sendiri, hal ini dinamakan deskripsi. Pemilahan banyak data sesuai dengan persamaan atau perbedaan yang dikandungnya dinamakan klasifikasi.

Data itu sangat penting karena dapat membantu dalam semua hal,jika tidak ada data apa jadinya orang - orang it yang sangat akrab dengan data.maka data sangat lah di butuhkan semua orang..

strategi komputerisasi

Sekarang dan apalagi di masa-masa mendatang, kegiatan ekonomi, sosial, politik, dan bahkan kebudayaan tanpa dapat dihindarkan akan makin banyak dilakukan dengan memanfaatkan jasa jaringan komputer dan telekomunikasi elektronik. Dari sudut hukum tata negara dan administrasi negara, informasi-informasi dan produk-produk hukum dan kebijakan-kebijakan administrasi yang dianggap penting untuk dikomputerisasikan dan dikembangkan sebagai bahan dalam rangka komunikasi dan telekomunikasi elektronis. Keseluruhan informasi yang dikomputerisasikan tersebut perlu dikembangkan menurut standard tertentu, sehingga perangkat sistem yang dikembangkan bersifat ‘compatible’ satu sama lain dan dapat saling terkait dalam jaringan sistem informasi yang terintegrasi secara nasional melalui sistem otomatisasi elektronis.

walaupun memang tidak sedikit biaya yang dibutuhkan. manfaat diberlakukannya komputerisasi sangat banyak, selain bertujuan sebagai cara untuk tetap bertahan mengukuti bpersaingan bisnis/b dan mengikuti perkembangan zaman

sistem informasi nasional

Perkembangan Sistem Informasi Nasional (SI Nas)

Bayangin aja apa jadinya masyarakat jika kebijaksaan pemerintah diputuskan hanya berdasarkan argumentasi tanpa didukung dengan data yang lengkap. Bagaimana dengan koordinasi antar departemen?
contoh, penggalian jalan raya untuk telepon/listrik/air minum yang tidak pernah tuntas. Dapatkah masyarakat umum dengan mudah mengetahui/mengakses berbagai informasi, pengetahuan teknologi tepat guna, perundangan, yang berkaitan langsung dengan kehidupan sehari-hari masyarakat banyak? Semua ini penting dipertimbangkan guna membangun Sistem Informasi Nasional di masa depan. Dua faktor utama yang perlu diperhitungkan dalam strategi pengembangan sistem informasi nasional adalah SDM yang berkualitas dan alternatif sistem atau teknologi yang digunakan.

Dari aspek teknologi, tentunya akan sangat berguna jika Indonesia dapat membangun infrastruktur informasi nasional secara mandiri, di samping menambah local content dari peralatan telekomunikasi yang diinstalasi. Beberapa alternatif teknologi informasi hulu, seperti packet radio network dan interkom, telah dibuat sendiri bahkan diimplementasikan dengan swadaya dan swadana masyarakat. Bahkan tidak tanggung-tanggung, digunakan untuk mengintegrasikan beberapa universitas di Indonesia timur dan sekolah menengah atas ke berbagai jaringan perguruan tinggi yang telah beroperasi khususnya di Jawa. Menarik bahwa sebagian besar proses bertumpu pada inisiatif dan swadaya masyarakat. Hal ini sangat membantu proses pendidikan jarak jauh dengan meningkatkan effisiensi pendidik dibantu media elektronik. Tentunya sangat membantu program wajib belajar yang dicanangkan. Badan-badan nasional perlu memikirkan peluang regulasi dan kesempatan untuk memungkinkan percepatan perkembangan infrastruktur informasi hulu berbasis swadaya masyarakat

Kasus IT

TREND, Sebuah Ancaman atau Peluang?

Seperti kita tahu, terjadi euforia besar-besaran di dunia bisnis terutama di bidang agribisnis. Begitu banyak orang berpindah dari core bisnis sebelumnya ke agribisnis. Agribisnis yang tadinya dipandang sebelah mata menjadi lahan yang empuk untuk investasi.

Begitu banyak produk agribisnis menjadi trend di masyarakat akhir-akhir ini. Lihat saja bagaimana orang beramai-ramai mengusahakan cacing karena tergiur pesan bahwa terbuka pasar ekspor untuk cacing. Tetapi pada kenyataannya tidak ada serapan untuk pasar cacing selain untuk pakan ikan dan umpan memancing. Kasus yang lain adalah bagaimana orang tergiur tawaran mengusahakan ikan lou han karena tertarik isu bahwa "ikan bertato" ini membawa rejeki pada pemiliknya. Sehingga tidak jarang orang mulai memandang berjam-jam bentuk marking di tubuh ikan ini untuk mengetahui apakah berbentuk huruf dan bisa dibaca, dengan harapan jika dapat dibaca pasti laku mahal. Akhirnya marking yang tidak jelas pun dianggap jelas oleh pemiliknya dan mulai diartikan dengan kata tertentu. Euforia terakhir adalah kasus anthurium. Sebuah tanaman dengan daun lebar dan besar ini dibandrol ratusan juta bahkan terkadang seharga sebuah rumah dan mobil.

Trend yang semacam ini merupakan peluang untuk masuknya berbagai macam lini bisnis. Mulai dari on farm nya hingga ke marketingnya. Banyak orang menuai hasil dari produk yang mereka usahakan. Bahkan banyak orang yang tidak memiliki pun bisa menuai hasil. dengan bermodalkan handphone berkamera, banyak orang berkeliaran mencari produk, memotretnya dan kemudian menawarkan kepada pembeli. Tentu saja dengan memperoleh bagian dari hasil penjualan. Begitu menggiurkannya agribisnis hingga orang berpindah dari usaha lamanya. Begitu banyak middle man tanah atau mobil (yang kita kenal sebagai makelar) berpindah untuk menawarkan produk agribisnis.

Daya tarik trend yang luar biasa ini mengubah dunia bisnis di negeri ini. Tetapi sayang, banyak juga yang jatuh karena trend ini. Banyak orang berinvestasi di dunia cacing dan lobster air tawar, namun pada kenyataannya harganya "terjun bebas" karena tidak ada end user-nya. Bagaimana di bidang tanaman? Tidak banyak pula orang telah menginvestasikan uangnya di dunia tanaman, tetapi setelah dibeli dengan harga mahal ternyata di kemudian hari harganya mulai menurun dan akhirnya hanya menjadi pajangan di rumah.

Dari semua kenyataan ini, apakah tren itu sebuah peluang? atau ancaman?
Jawabannya tergantung dari sisi mana saudara melihat. Dengan berpikir positif, apapun trend itu sebenarnya semua bisa menjadi peluang, tapi harus diingat satu hal :
"being trend setter not the follower" maka trend akan menghasilkan banyak uang bagi saudara.

Anda boleh memilih dimana posisi Saudara.
seorang trend setter akan memiliki keuntungan paling besar dalam sebuah trend dibandingkan dengan pengikut trend. Walau bukan berarti pengikut trend tidak menguntungkan, tetapi jika dibandingkan dengan para trend setter akan sangat jauh berbeda.

Lalu bagaimana jika Saudara memilih berada di luar trend? Apakah merugikan? Tidak juga.
bukankah tidak semua orang mencari barang yang ada dalam trend? Bukankah ada pasar yang justru terbuka di luar trend? Tidak ada yang tidak menguntungkan di dunia bisnis, jika saudara berada di tempat dan posisi yang tepat dengan waktu yang tepat.

Istilah-istilah populer tentang IT

CLIENT

Client adalah sisi pengguna dari sebuah sistem client/server. Ketika seseorang log on pada sebuah server, client dapat berupa orang tersebut, komputernya, atau software yang dijalankan.

CYBERSPACE

Cyberspace adalah istilah yang pertama kali digunakan oleh penulis fiksi ilmiah William Gibson pada novel Neuromancer. Gibson menggunakan istilah ini untuk menggambarkan istilah dunia virtual komputer yang dimasuki oleh toko pada novel tersebut. Sekarang, istilah cyberspace digunakan untuk mengacu kepada virtual reality, Internet, World Wide Web, dan sistem komputer lain yang menjadikan pengguna “terperangkap” di dalamnya

CYBERSQUATTING

Cybersquatting adalah pendaftaran alamat internet, yang potensial untuk dijual kepada yang berminat (yang paling ‘berhak’). Misalkan seseorang mendaftarkan alamat www.rcti.com, dan menjualnya kepada stasiun televisi RCTI.

DARPA

DARPA (Defense Advanced Research Projects Agency) adalah lembaga federal Amerika yang bertugas melakukan penelitian untuk Departemen Pertahanan. Pada saat didirikan, lembaga ini bernama ARPA dan karena didominasi dengan pekerjaan untuk keperluan pertahanan, namanya diubah menjadi DARPA. Penelitian yang dibiayai oleh DARPA ini merupakan awal ditemukannya teknologi yang sekarang disebut Internet. DARPA dibubarkan pada 1990, dan kembali menjadi ARPA. Lihat juga ARPA.

DCC

DCC (Direct Client to Client) adalah protokol yang digunakan pada IRC (Internet Relay Chat) yang memungkinkan pengguna untuk melakukan chat secara langsung tanpa melalui server IRC. Hal ini lebih menjamin privasi pembicaraan.

DDN

DDN (Defense Data Network) terdiri dari jaringan militer Amerika (MilNet) dan beberapa bagian Internet yang berada di bawah kendali Departemen Pertahanan Amerika. DDN dibuat pada tahun 1980an. DDN menyediakan komunikasi elektronik mendunia antar instalasi militer. DDN sering dijadikan sasaran hacker.

DEC

DEC (Digital Equipment Corporation) adalah salah satu produsen workstation, server, dan PC terkemuka. DEC juga mengembangkan salah satu mesin pencari (search engine) Internet yang bernama Alta Vista.

DHCP

DHCP (Dynamic Host Configuration Protocol) adalah protokol yang secara dinamis mengalokasikan dan mengatur alamat-alamat IP. DHCP berjalan di antara komputer dan server DHCP untuk mengalokasikan dan memberikan alamat IP kepada komputer maupun membatasi waktu penggunaan alamat IP oleh komputer tersebut. Jika jatah waktu penggunaan alamat IP habis, maka komputer harus menghubungi server DHCP untuk mendapatkan alamat IP lagi.

DHTML

DHTML (dynamic HTML) adalah HTML dengan tambahan format-format khusus dan script untuk membuat halaman-halaman Web lebih interaktif. Meski baik Microsoft Internet Explorer 4.0 dan Netscape Communicator 4.0 mendukung fitur-fitur DHTML, kedua cara yang digunakan tidak kompatibel, sehingga sebuah halaman yang ditulis dengan DHTML mungkin terlihat baik pada salah satu browser tetapi tidak bisa dibuka dengan baik pada browser lainnya.

DNS

DNS (domain name sistem) adalah sistem yang menerjemahkan domain Internet, seperti www.microsoft.com menjadi alamat Internet, yaitu serangkaian nomor yang terlihat seperti 101.232.12.5. Istilah DNS berhubungan dengan konvensi untuk penamaan host pada Internet dan cara penangan nama-nama tersebut.

DOWNLOAD

Download adalah transfer data melalui jalur komunikasi digital dari sistem yang lebih besar atau pu sat (host atau server) ke sistem yang lebih kecil (client). kebalikan dari download adalah upload

Fraud dalam dunia Teknologi Informasi

Berdasarkan survei ACFE, sebagian besar kasus fraud atau korupsi terbongkar berawal dari tip>>> bukan uang tip loh ya he2x…

sumber informasi untuk membongkar fraud dan korupsi:
atau informasi yang diberikan secara sembunyi-sembunyi.
  1. Membuat prosedur untuk menerima, menyimpan, dan menindaklanjuti komplain atau pengaduan yang disampaikan terkait dengan masalah-masalah akuntansi dan audit dalam perusahaan.
  2. Membuat mekanisme penyampaian komplain atau pengaduan (mengenai permasalahan akuntansi, audit, dll.) secara anonim dan terjaga kerahasiaannya.

Pendapat/penilaian kritis mahasiswa IT tentang keberadaan LSP Telematika

Sertifikasi SDM TIK Melalui Uji Kompetensi

Melihat hal tersebut maka keberadaan SDM TIK yang kompeten terutama untuk industri software masih akan terbuka sangat luas. Bayangkan, menurut Djarot, dari 200 software vendor yang ada saat ini, Aspiluki menargetkan akan menjadi 500 pada tahun 2010. Pada level ini, proggrammer merupakan salah satu kebutuhan terbesar.

Dari seminar yang sama,SDM merupakan bagian penting dalam dunia rekayasa software. Menurut Indri lebih lanjut, selain kemampuan teknis perlu juga dikembangkan soft skill SDM TIK. "Hal ini berkaitan dengan kepribadian", tambahnya.

SDM TIK yang tak hanya memiliki kemampuan teknis melainkan juga harus memiliki kemampauan manajemen, humaniora dan komunikasi juga pernah disinggung oleh Betti Alisjahbana, Presiden Direktur PT IBM dalam sebuah seminar tentang tenaga kerja yang diselenggarakan oleh LSP Telematika, beberapa bulan yang lalu.

Hal ini sejalan dengan elemen kompetensi kerja yang dipegang teguh oleh LSP Telematika, yaitu keahlian, pengetahuan dan sikap. Materi uji di LSP Telematika disusun berdasarkan ketiga elemen tersebut. Kemudian, ketiganya diujikan dalam 5 dimensi kompetensi, yang terdiri dari Task Skill, Transfer Skill, Task Management Skill, Environment Skill, dan Contingency Management Skill. Sehingga bobot Uji Komptensi tersebut sejalan dengan dinamika kebutuhan dunia industri terhadap SDM TIK.

Paparan tentang Profesional IT

Maraknya lembaga pelatihan dan pendidikan formal maupun non-formal yang mendidik dan menghasilkan lulusan di bidang IT, adalah salah satu contoh makin digemarinya lahan kerja yang satu ini. Meski boleh dibilang tidak murah namun banyak lulusan SMU/sederajat yang akhirnya memilih pendidikan lanjutan di bidang IT.

Hasilnya semakin banyak tenaga terampil dibidang IT yang siap kerja, namun sayangnya iklim yang tercipta di dunia IT menjadi tidak sehat. Hal ini dapat dilihat dari upah minimum yang diterima seorang pekerja IT rata-rata masih dibawah upah minimum regional. Menyedihkan jika serorang yang memiliki kemampuan dibidang IT hanya dipandang sebagai pekerja. Namun itulah kenyataannya, tak jarang para ahli di bidang IT hanya menjadi pekerja pelengkap di kantor instansi pemerintah dan swasta.

Mengapa? Hal ini disebabkan karena membajirnya tenaga ahli yang memiliki keterampilan dibidang IT (meski tak sepenuhnya terampil), dan caruk maruknya istilah standarisasi serta klasifikasi keahlian IT itu sendiri. Anggapan bahwa keahlian IT itu hanyalah keterampilan kerja dan buka keahlian profesi juga menjadi salah satu penyebab. Serta timbulnya persaingan tidak sehat diantara sesama pekerja IT, menyebabkan harga seorang profesional IT semakin rendah.

Padahal tahun demi tahun kebutuhan seluruh sektor pekerjaan akan bidang IT semakin meningkat, dan kini hampir seluruh sektor pekerjaan berkaitan dengan IT secara langsung maupun tidak langsung. Boleh dikatakan IT kini telah menjadi bagian terpenting dari sebuah institusi. Tapi lagi-lagi mengapa, upah minimum yang diterima seorang tenaga pelaksana IT masih sangat minimum jika dibandingkan dengan betapa pentingnya IT itu sendiri bagi sebuah institusi.

IT mempercepat segala jenis transaksi dan informasi, IT mempermudah dan mempersingkat waktu dalam pengerjaan suatu tugas, IT menghemat dan memberikan keuntungan tersendiri, IT mengotomatisasi semua pekerjaan dengan cermat dan cepat. Mungkin kata-kata otomatisasi tersebut yang membuat seolah-olah seorang tenaga kerja IT tidak melakukan apa-apa yang sulit. Toh, semua hal telah di otomatisasi, dan seorang tenaga kerja IT hanya mengoperasikannya saja tanpa melakukan apapun yang sulit.

Dari situlah akhirnya tercipta simbiose pemikiran yang semakin terpola. Bahwa IT itu adalah MURAH termasuk juga tenaga kerjanya. Ironis sekali jika membayangkan seorang tenaga kerja IT tak jarang harus bekerja siang dan malam melebihi jam kerja tenaga kerja bidang lain.

Mungkin inilah saatnya kita mulai berbenah dan mengklarifikasi bahwa keterampilan di bidang IT bukanlah keterampilan kerja biasa, melainkan sebuah keterampilah profesi. Dan pengklasifikasian serta diversifikasinya pun dapat menjadi lebih jelas… sebagaimana kita melihat, misalnya dibidang kesehatan terlihat jelas klasifikasi dokter, perawat, apoteker dst. Didalam bidang IT pun, seharusnya kita membedakan diri dengan jelas antara operator, administrator, teknisi, webmaster, programmer, dst.

Perkiraan perkembangan teknologi informasi dimasa depan

Sebagian dari kita merasa bingung dan terkaget-kaget pada perkembangan teknologi itu. Namun, sebagian lagi merasa tertantang oleh arus masuk teknologi modern dalam ranah kehidupan kita sehari-hari. Sebagai pengguna, adakalanya sebagian dari kita gagap dan bingung menghadapi perkembangan teknologi yang berlangsung cepat ini.

Contohnya, ketika sejumlah menteri pada Kabinet Indonesia Bersatu dilengkapi dengan alat kerja canggih untuk dapat mengirim dan menerima surat elektronik melalui sebuah gadget, sebagian di antara mereka ada yang gagap teknologi atau gaptek.

Kalau di antara penentu kebijakan masih ada yang lack of technology (kurang paham teknologi), sangat bisa dimaklumi kalau masyarakat pada umumnya juga kesulitan untuk dapat menerima teknologi baru. Bagi sebagian orang, cara berkomunikasi seolah dianggap baru sempurna kalau dilakukan secara lisan dengan bertatap muka secara langsung.

Demikian pula dalam cara kita bekerja, adakalanya pergi ke kantor merupakan suatu keharusan. Padahal, di era serba cepat seperti sekarang, pekerjaan selayaknya berorientasi pada memaksimalkan output (hasil).

Untuk pekerjaan tertentu, tidak mutlak lagi harus dikerjakan di kantor, tetapi bisa juga dikerjakan di rumah. Oleh karena itu, akhir-akhir ini kita sering mendengar istilah small office home office (SOHO).

Di era serba teknologi seperti sekarang, cara berkomunikasi dan melakukan transaksi bisnis yang efektif tidak selalu harus melalui cara bertatap muka meskipun hal itu bisa menimbulkan gugatan dari aspek budaya.

Seperti kita ketahui, pada tahun 1990-an, transaksi perbankan masih dilakukan secara konvensional, di mana nasabah yang hendak mentransfer uang masih harus mendatangi kantor bank dan bertemu langsung dengan customer service. Kalau banyak yang akan melakukan transaksi, para nasabah harus bersabar untuk antre. Kondisi ini tentu saja sangat menyita waktu dan sering menjengkelkan.

Namun, kini, transaksi perbankan sudah bisa dilakukan dalam waktu cepat melalui internet banking. Melalui sentuhan tangan di keyboard komputer yang terhubung ke jaringan internet atau melalui smartphone, sekarang nasabah sudah bisa melakukan transaksi perbankan dari mana dan kapan saja. Perkembangan teknologi informasi mampu mengatasi dimensi waktu, ruang, dan jarak.

Jaringan komunikasi yang berkembang demikian pesat telah banyak membantu umat manusia dan sejumlah perusahaan di jagat raya ini untuk saling berinteraksi dan melakukan transaksi bisnis satu sama lain.

Proses pengiriman berita dari atas pesawat kepresidenan yang sedang mengisi bahan bakar di Bandara Hongkong bisa dilakukan penulis dalam waktu relatif singkat melalui sebuah gadget, ketika mengikuti rombongan Presiden Abdurrahman Wahid pada tahun 2001.

Perkembangan teknologi informasi telah mengubah cara pandang dan perilaku orang dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu juga bisa mengubah mekanisme kerja sebuah perusahaan. Adakalanya perkembangan teknologi informasi yang berlangsung dengan cepat bisa melampaui perkembangan perusahaan itu sendiri.

Oleh karena itu, perusahaan yang lambat dalam mengikut perkembangan teknologi bisa jadi akan tersisih dari dinamika masyarakat dan kemungkinan bisa kalah dalam persaingan usaha. Saat ini jaringan internet relatif sudah memasyarakat meskipun di Indonesia masih terbilang mahal untuk bisa memakai internet, bila dibandingkan dengan di negara maju.

Melejit bagaikan meteor

Sekarang perkembangan perangkat keras, perangkat lunak, dan telekomunikasi berlangsung demikian pesat. Melejit bagaikan meteor. Dengan demikian, kalau sebuah perusahaan tidak melek teknologi, mereka bisa sangat jauh ketinggalan. Pasalnya, life cycle suatu teknologi semakin singkat dan mudah menjadi kedaluwarsa.

Oleh karena itu, investasi di bidang teknologi informasi perlu mengutamakan dua hal penting. Pertama, dari aspek finansial harus memenuhi return on investment (ROI) yang cepat. Kedua, dari sisi teknis, investasi di bidang teknologi informasi antara lain perlu memerhatikan biaya pemeliharaan, keamanan, dan bersifat user friendly.

Jika misalnya sebuah perusahaan menggunakan pesawat telepon PABX atau memakai mesin lift yang sudah tidak diproduksi lagi oleh pabriknya atau sulit suku cadangnya, dipastikan hal itu akan membebani keuangan perusahaan dalam jangka panjang.

Oleh karena itu, perkembangan teknologi komunikasi dan informasi perlu terus diikuti agar sebuah perusahaan bisa melakukan investasi dengan cepat dan tepat agar tidak sia-sia.

Demikian pula, misalnya, jika perusahaan hendak memutuskan untuk membeli atau menyewa seperangkat server untuk mem-back up semua data perusahaan, selayaknya dipertimbangkan dengan tepat kebutuhan dan manfaatnya.

Investasi dalam bidang teknologi informasi hendaknya jangan dilihat pada nilai uang yang dikeluarkan pada saat ini, tetapi harus dilihat output dan manfaatnya dalam jangka panjang.

Setiap perusahaan memiliki kebijakan berbeda soal penggunaan teknologi informasi, tergantung pada visi dan misi serta kultur dari perusahaan tersebut. Perusahaan keluarga yang konservatif biasanya daya adaptasi terhadap perkembangan teknologi informasi tidak fleksibel seperti perusahaan modern yang dikelola oleh para pekerja profesional.

Di negara-negara maju seperti Jepang, proses produksi dari perusahaan-perusahaan manufaktur sudah memakai tenaga robot karena tenaga manusia sudah sangat mahal di Negeri Sakura itu. Sebaliknya, di negara berkembang seperti Indonesia, pemakaian robot dapat mengancam keberlangsungan tenaga manusia.

Mungkinkah pemakaian robot dapat dilakukan pada saat jumlah penduduk Indonesia berkurang? Lalu, bagaimana pula jumlah penduduk Indonesia bisa berkurang, sementara angka pertambahan penduduk sekarang rata-rata 1,6 persen per tahun?

Mereka-reka pertanyaan tersebut bisa saja dilakukan. Karena itu, jawabannya bisa berbunyi, Indonesia bisa saja nanti menggunakan tenaga robot karena kalau kondisinya terus seperti sekarang, jumlah penduduk bisa berkurang secara alamiah karena sebagian meninggal dunia akibat kelaparan dan bencana alam yang disebabkan oleh faktor manusia Indonesia sendiri.

Jawaban lain, bangsa Indonesia yang semula sebagai negara kepulauan yang besar dengan jumlah penduduk yang banyak bisa jadi akan menyusut karena masing-masing provinsi menuntut untuk menjadi negara sendiri agar bisa mengelola daerahnya secara lebih otonom dan bisa maju lebih cepat.

Jawaban di atas memang agak pesimistis dan seolah-oleh membenarkan kekhawatiran dari sebagian kalangan selama ini bahwa kemajemukan masyarakat Indonesia akan sulit dipertahankan, sementara Negara Kesatuan Republik Indonesia juga terancam perpecahan karena tidak adanya figur pemimpin yang kuat dan bisa dijadikan panutan masyarakat.

kemana setelah menjadi sarjan IT

Menjadi sarjana komputer itu adalah sebuah cita-cita saya yang sangat saya impikan dan saya tunggu. sangat sulit sekali saat ini untuk menjadi seorang sarjana di bidang komputer, tetapi akan menjadi motivasi untuk saya untuk mengejarnya.
dizaman sekarang waktu sangatlah berharga . Tetapi saya juga ingin membuat program yang tidak hanya bisa saya dinikmati atau digunakan oleh orang-orang yang di kalangan atas saja, tapi orang di kalangan bawah juga bisa mengunakannya dan untuk dipahami.
keinginan untuk membuat sebuah apilkasi adalah keinginan saya ditambah informasi dari dosen dan dari informasi lainnya.
saya akan berusah semaksimal mungkin. Karena saya mendengar saran-saran dari para dosen dan juga orang tua. Dan memang setelah saya pikir-pikir boleh juga saran mereka untuk saya ikuti.